Promosi efektive minimarket

Pada kesempatan yang lalu saya menulis mengenai Kunci utama sukses bisnis minimarket, Kali ini saya akan bahas mengenai bagaimana melakukan Promosi, banyak relasi sebelum ketemu kami, membuka bisnis retail tapi setelah buka mereka tidak melakukan apa-apa, mereka hanya menggantungkan kepada keadaan yang terjadi, mereka hanya menunggu datangnya pembeli tanpa melakukan apapun kecuali menyediakan barang, hal ini cukup berbahaya jika datang pesaing yang jauh lebih baik dalam pelayanan.

Saya pernah menawari salah satu toko kelontong yang cukup ramai, kalau saya lihat dari kondisi bangunan cukup bersih (masih baru) akan tetapi dalam penempatan barangnya asal tumpuk (tidak memakai rak minimarket), singkatnya saya menawarkan jasa dan produk kami, jawaban pemimilik toko adalah “ora pakai rak ora opo-opo mas, ngene ae rame, duit gae tuku rak mending buat kulakan” (tidak memakai rak tidak apa-apa mas, begini saja sudah ramai, uang untuk membeli rak sebaiknya untuk belanja) Pemikiran semacam ini adalah salah besar, iya sekarang karena masih baru tokonya ramai, belum ada pesaing.

Padahal keuntungan memakai rak di antaranya adalah :

  1. Toko atau minimarket lebih rapi.
  2. Barang tertata dengan rapi dan mudah di jangkau.
  3. Barang yang di pajang akan lebih banyak karena tersusun ke atas.
  4. Barang yang sudah expayet cepat di ketahui.
  5. Pembeli merasa senang karena mencari barang dengan cepat.
  6. Daftar harga lebih jelas terpampang di setiap barang.

Mengenai pemakai rak, lain kali kita bahas lebih lanjut, sekarang mari kita bahas bagaimana cara promosi yang efektive bagi minimarket atau toko kelontong.

Sebenarnya sudah menjadi keharusan untuk peritel kalau mereka sudah membuka usahanya ya harus melakukan promosi, Meskipun tokonya sudah rame saya tetap sarankan untuk melakukan promosi apalagi yang tokonya sepi.

Ada beberapa hal yang akan saya bahas mengenai Promosi :

  1. Apa tujuan melakukan promosi
  2. Bagaimana proses promosi dilakukan
  3. Apa dan bagaimana material promosi di pasang
  4. Bagaimana mengukur keberhasilan atau efektifitas dari promosi yang dilakukan

Apa tujuan promosi

  • Konsep utama dari industri retail adalah volume penjualan, artinya margin secara prosentasi boleh lebih kecil namun dengan volume yang besar, margin rupiah akan besar pula. Maksudnya begini, keuntungan pada masih-masing barang boleh kecil, entah 3%, 5% akan tetapi jika barang yang terjual banyak maka secara komulatif keuntungan juga banyak.
  • Melakukan kegiatan promosi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan penjualan secara langsung. Dengan melakukan promosi maka, pembeli akan datang dan melakukan pembelian, maka dengan semakin banyaknya pembeli secara otomatis nilai penjualan meningkat.
  • Promosi merupakan alat menciptakan image tertentu dibenak konsumen, Image ini sangat penting, masyarakat akan selalu bilang di toko A, barang murah, barang lengkap dan pelayanan ramah. Kalau image sudah terbentuk maka sudah pasti toko kita akan selalu ramai, selanjutnya kita merawat bagaimana mempertahankan pembeli agar selalu datang ke minimarket kita.
  • Secara “common” Aktivitas yang dibuat bertujuan agar customer bersedia untuk membeli lebih banyak, atau mengarahkan customer untuk membeli produk tertentu. Pernahkah kita datang ke minimarket atau tempat belanja yang seharusnya hanya kepingin beli sabun tapi kita beli juga sampo, beli juga pasta gigi bahkan beli juga telur atau beras.?, nah itulah yang saya maksud common aktivitas, tentu saja hal ini terjadi karena pembeli merasa nyama dan melihat produk kita terpajang menarik, harga lebih murah dan kondisi minimarket kita nyaman.

Sebelum melakukan promosi kita harus tahu kebiasaan masyarakat kita, dengan begitu kita melakukan promosi pendekatan melalui :

  1. Promosi “cognitive” Pikiran, maksud dengan promosi conitive adalah Merubah pikiran konsumen melalui kegiatan promosi yang dibuat dengan memberikan informasi bagi konsumen yang mempunyai suatu fasilitas yang dapat digunakan dengan penawaran khusus. Tujuan nya untuk menarik konsumen yang potensial.
  2. Promosi “Affective” Emosional, Promosi yang membuat perasaan dan kebiasaan konsumen berubah melalui kegiatan yang secara tidak langsung dirangsang melalui emosionalnya konsumen. Tujuan nya untuk menjaga konsumen yang loyal.
  3. Promosi “Conative” Motif, Kegiatan promosi yang dibuat untuk merangsang konsumen atau secara langsung memotivasi konsumen untuk membeli. Tujuan nya untuk meningkatkan meningkatkan “customer traffic” dan sales.

Sarana promosi :

  1. Advertising Model non-personal promosi yang dilakukan diluar toko tetapi melalui media masa yang dapat dilakukan melalui dukungan sponsor.
  2. Publicity Model non-personal promosi yang dilakukan melalui media masa dimana waktu dan tempat yang disediakan tidak perlu dibayar dan tidak ada dukungan sponsor secara komersil
  3. Personal selling promosi secara langsung kepada konsumen dengan tujuan terjadinya transaksi penjualan
  4. Sales Promotion kegiatan marketing untuk dapat secara langsung meningkatkan penjualan melalui kegiatan “consumer stimulate” (display, contests, coupon dsb)

Keuntungan promosi :

  • Seringkali menjadikan konsumen “lapar mata”, membuat pembeli yang tadinya tidak ingin membeli karena melihat barang bagus, pajangan bagus dan ada promo harga murah, maka akhirnya membeli atau setidaknya besuk kembali dan membeli.
  • Adanya tema dan alat promosi sangat menyenangkan “atmosphere” store, dengan adanya pajangan yang menarik, indah dan enak dipandang maka membuat pembeli menjadi betah dan tidak menutuo kemungkinan membeli.
  • Konsumen dapat menerima sesuatu “value” seperti : coupons, harga atau calendar (gimmick), dengan melihat adanya promo barang murah atau barang yang menarik, maka suatu saat akan kembali untuk membelinya.
  • Dapat membantu meningkatkan traffic bagi loyaltynya konsumen, karena kembali lagi kembali lagi ke minimarket kita membuat minimarket kita ramai dan secara otomatis orang atau calon pembeli lain akan penasaran apa yang terjadi di minimarket anda.
  • Pembelian produk impulse dapat meningkat, terjadinya peningkatan pembelian barang di luar barang yang kita promosikan karena ada efek.
  • Konsumen dapat sesuatu yang menyenangkan, secara terus menerus dengan adanya kegiatan promosi ; kontes, free produk dan sebagainya

Jenis promosi

  • Point of purchase. Window, floor and counter display yang dapat mengingatkan konsumen dan merangsang pembelian produk impulse. Tampak luar dari minimarket kita dapat kita seting sebagai sarana promosi, tampilan yang menarik, jendela kaca lebar yang menampakkan display promo yang menarik, kita juga dapat membuat luar toko kita tampak indah dengan berbagai macam hiasan yang berhubungan dengan produk yang kita jual.
  • Contests. Konsumen membeli produk dengan sesuatu nilai dan dapat mengikuti permainan seperti, kita dapat melakukan kegiatan rutin semacam lomba melukis untuk anak-anak, lomba mewarnai untuk anak-anak dan lomba-lomba lainnya yang sekiranya dapat mengundang pembeli.
  • Sweepstakes dan kupon undian. Belanja berhadiah, dalam jumlah atau total tertentu jumlah belanja akan memdapatkan sebuah kupon undian, yang akan kita undi setiap periode tertentu.
  • Poin dan Voucher belanja, Dalam jumlah tertentu akan mendapatkan poin belanja, setelah terkumpul sekian poin maka akan mendapatkan voucher belanja dalam jumlah tertentu.
  • Frequent – shopper program, Setiap kali Pembeli datang maka akan mendapatkan “collecting stamp” atau stempel sebagai poin berdasarkan nilai pembelian tertentu. Poin tersebut dikumpulkan dan ditukarkan dengan barang atau jasa.
  • Prizes, Memberikan langsung hadiah untuk pembelian nilai tertentu
  • Samples, Free produk yang diberikan kepada konsumen secara Cuma-Cuma, hal ini bisa kita lakukan bekerja sama dengan suplier.
  • Demonstration, Demo suatu kegunaan atau kelebihan suatu produk. mintalah kepada suplier kita untuk mendemokan kelebihan produk yang kita jual.
  • Referral gifts, Hadiah yang diberikan apabila konsumen membawa konsumen baru, hal ini mungkin sedikit kesulitan tapi bisa kita lakukan dengan cara sistem member, jadi pendataan pembeli, jika pembeli mendaftarkan member lain maka akan mendapat hadiah atau potongan harga.
  • Special events, Pameran pada suatu peluncuran produk, ini bia kita lakukan dengan bekerja sama dengan suplier kita.
  • Retailer present, Retailer mengeluarkan matchbooks, pulpen, kalendar perusahaan, mug atau piring cetak logo minimarket kita yang diberikan kepada konsumen, bisa di jual dengan harga murah maupun diberikan secara Cuma-Cuma.

Matrix promosi.

Matrik promosi adalah memberikan efek bertingkat pada barang kita, promo ini bisa kita lakukan untuk produk-produk yang tidak bisa kita return dan mendakati kedaluarsa atau memang stock kita sangat banyak.

  • Pembelian produk A akan mendapatkan harga murah untuk produk B.
  • Beli produk A gratis gimmick atau kalender atau piring atau mug atau apa saja yang kiranya menarik dan bermanfaat.
  • Beli produk A gratis produk B
  • Beli produk A+B dapat gratis produk C.

Bagaimana proses promosi dilakukan?

Secara umum bagan promosi dapat di rencanakan melalui tahapan berikut :

Kegiatan promosi dapat berjalan sempurna,bila perencanaan yang dibuat melalui proses yang baik dan benar. Adapun proses detail dari perencanaan promosi yang harus dilakukan sebagai berikut;

  • Menentukan waktu dan periode promosi.
  • Membuat tema promosi akan membantu memudahkan dalam menentukan produk yang akan dipromosikan.
  • Menentukan pilihan produk yang akan dipromosikan.
  • Membuat mekanisme promosi dan produk yang sudah ditentukan.
  • Menghubungi vendor atau suplier untuk berpartisipasi dalam dukungan kegiatan.
  • Melakukan negosiasi dengan suplier atau vendor berdasarkan mekanisme promosi yang akan dilakukan.
  • Menentukan material promosi yang akan digunakan.
  • Membuat perhitungan secara matang biaya promosi dan estimasi penjualan.
  • Review atau evaluasi hasil kegiatan promosi diakhir periode.

Pemasangan material promosi.

  • Memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Twitter dan lain-lain.
  • Memanfaatkan media siar seperti Radia, TV, Koran, Majalah, dan Pamflet atau selebaran.
  • Memanfaatkan fisik bangunan minimarket kita, misal Jendela depan, Halaman Parkir.
  • Menggunakan display khusus di dalam minimarket kita, biasanya Vendor atau supplier bersedia membantu.

Kombinasikan dari media promosi tersebut di atas dan haruslah bertalian dengan image yang ingin dibangun dalam promosi. targetted dan biayanya jauh lebih rendah.

Mengukur keberhasilannya.

Umumnya promosi dinilai berhasil jika penjualan selama periode promosi meningkat, tetapi seringkali dilupakan apakah peningkatan penjulan tersebut mampu menutupi biaya-biaya tambahan yang timbul akibat promosi yang dilakukan. Secara umum efektifitas promosi dapat diukur melalui :

  • Perubahan prosentase kontribusi penjualan.
  • Perubahan rasio quantity item terjual
  • Perubahan Gross profit baik secara rupiah maupun prosentase kunjuangan pembeli.
  • Jika ada perubahan positif atas ketiga parameter tersebut maka promosi tersebut sukses dilakukan.

Dari apa yang saya uraikan di atas, dapat kita praktekkan dengan simple dan tentu saja banyak cara promosi yang harus disesuaikan dengan lingkungan kita. Sebaiknya sebelum melakukan promosi, lakukan terlebih dulu surve lingkungan agar promosi kita tepat sasaran.

Salam, semoga Sukses.

By. Qday

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Call Now Button
Open chat
Silahkan Hubungi kami via Whatsapp