Di tag: Motivasi

omset 0

Meningkatkan omset penjualan

 

Banyak tip dan trik yang beredar di Internet mengenai cara meningkatkan penjualan online. Nah kali ini saya akan sampaikan bagaimana trik meningkatkan penjualan di Minimarket sehingga omset naik.

  • Manfaatkan media online, tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial dewasa ini sangat bermanfaat bagi dunia bisnisnya, promosikan produk produk yang kita jual di media sosial misalnya Facebook, Twitter dan lainnya. Akan tetapi hati-hati promo dalam media sosial, karena kita akan bersentuhan langsung dengan pemakaian media sosial ini. Gunakan waktu yang tepat dan bahasa Indonesia yang baik.
  • Pasang harga dari awal yang murah, maksudnya jika kita pernah menjual barang A dengan harga tinggi, setelah sekian hari, sekian Minggu tahu-tahu harga kita turunkan menjadi jauh lebih murah, maka penilaian customer akan lebih buruk. Karena mereka akan menilai kalau barang-barang kita tidak laku dan kita obral. Berbeda dengan jika dari awal kita pasang harga murah, maka kepercayaan customer akan lebih tinggi kepada kita dan jauh lebih mendalam ke dalam hati mereka kalau toko kita memang murah.
  • Lakukan penjualan dari beberapa sudut, maksudnya menjual barang dengan membuka beberapa cabang, agen atau direct sales. Hal ini di mungkinkan untuk lebih mendekatkan bisnis kita ke customer, dengan begitu customer yang sibuk, yang tidak sempat keluar rumah lebih jauh akan merasa terbantu dengan kehadiran kita.
  • Perhatian secara khusus kepada customer, ingat customer adalah raja, customer adalah yang menggaji kita, maka berikan layanan yang bagus kepada customer, selalu bersikap ramah, sambut mereka dengan senyuman dan salam, persilahkan customer untuk memilih barang yang mereka mau, persilahkan Meraka untuk bertanya dan mendapatkan pelayanan dari kita. Ingat kesan customer tidak hanya terletak pada barang yang murah, akan tetapi pada bagaimana kita memperlakukan customer.
  • Lengkapi barang dagangan, percuma kita promosi, percuma kita memberikan pelayanan yang super, semua itu akan sia sia jika ternyata barang dagangan kita tidak banyak fariasinya tidak banyak quantitynya. Pendisplayannya tidak rapi, kotor, banyak yang kedaluarsa dan kondisi toko semrawut. Rapikan display kita, buat kelompok yang jelas dan mudah dijangkau, bersih kan tempat display atau rak, cek posisi harga dan keterangan barang tersebut pas pada posisinya. Sehingga custames mendapatkan barang dengan mudah dan informasi barang yang akurat.

Begitulah trik dan tips meningkatkan penjualan pada bisnis retail. Semoga bermanfaat.

By. Qday

 

kegagalan 0

Dua musuh menunda SUKSES

Malas

Kita semua pasti pernah mengalami rasa malas sehingga tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Ini merupakan kondisi emosi umum yang menghambat seseorang untuk bertindak. Ketika Anda malas, Anda sebenarnya tahu bahwa Anda harus mengerjakannya, tetapi Anda tidak mengerjakannya juga.

Sebagai contoh, Anda tahu bahwa berolahraga secara teratur itu penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh Anda. Anda juga bisa melakukannya tanpa kesulitan, apakah dengan lari pagi (jogging), berenang, bermain bulu tangkis, bermain bola tenis, ikut fitness dan sebagainya. Tapi Anda toh tidak melakukannya juga. Mengapa ? Alasan yang paling umum adalah karena Anda malas melakukannnya.

Mengapa bisa malas ? Alasannya bermacam-macam. Bisa jadi Anda malas karena kurangnya motivasi, tidak merasa perlu, tidak merasa harus atau merasa kurang bermanfaat. Bisa juga karena Anda sudah bosan, jemu, lagi stress, sedang marah atau sedang tidak mood. Atau barangkali juga disebabkan oleh fisik kita yang sedang lelah, lemah, loyo atau kurang stamina. Semuanya bisa membuat kita malas.

Menunda

Rasa malas memiliki ‘saudara’ yang disebut ‘menunda’. Tidak jelas siapa yang ‘lebih tua’, yang pasti keduanya sangat berkaitan. Bisa jadi Anda menunda suatu pekerjaan karena malas. Tetapi bisa juga Anda merasa malas karena telah menunda (merasa terlambat atau kehilangan momentum).

Orang yang suka menunda biasanya selalu punya jawaban atau alasan penundaannya misalnya : “Saya akan melakukannya besok”, “Nanti saja”, “Lain kali saja ya”, “Saya sibuk sekali hari ini” atau “Nanti kalau saya punya cukup waktu” dan sebagainya.

Padahal yang seharusnya adalah “Lakukan saja sekarang”, “Just Do It” atau Act TNT (today not tomorrow).

Frank J. Bruno dalam bukunya “Stop Procrastinating” membagi penundaan menjadi lima macam.

Yang pertama adalah penundaan fungsional, yaitu menunda karena sebab-sebab yang bisa dipertanggungjawabkan. Contohnya adalah Anda menunda karena adanya skala prioritas sehingga Anda perlu mendahulukan pekerjaan yang lebih penting dan mendesak. Mungkin juga Anda menunda karena benar-benar sedang sakit atau kelelahan, belum memiliki informasi yang cukup dan sebagainya. Penundaan semacam ini bisa diterima, karena kalau kita memaksa untuk melakukannya sekarang, mungkin hasilnya akan kurang baik.

Yang kedua adalah penundaan disfungsional, yaitu penundaan tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, misalnya karena malas, kurang mood dan lain-lain.

Jenis penundaan ini sangat merugikan karena bisa menyebabkan kita kehilangan peluang atau kesempatan.

Jenis yang ketiga adalah penundaan jangka pendek, misalnya Anda punya target waktu satu hari tapi tidak segera memulainya sehingga pekerjaan menjadi molor atau tertunda. Yang dimaksud jangka pendek bisa selama beberapa jam atau beberapa hari tergantung target harinya. Misalnya Anda mempunyai jadwal pertemuan dengan seseorang dan harus berangkat jam 7 malam, tetapi sampai jam 6.45 Anda masih belum bersiap-siap.

Berikutnya adalah penundaan jangka panjang, misalnya Anda ingin berwisata ke Bali, ingin punya bisnis sendiri, ingin menyekolahkan anak Anda ke luar negeri, ingin menulis buku dan sebagainya. Anda punya keinginan di masa yang akan datang atau suatu rencana penting yang tidak mendesak, namun Anda tak pernah melakukan langkah awal yang diperlukan.

Jenis penundaan yang terakhir adalah penundaan kronis atau bisa juga disebut penundaan disfungsional kronis. Ini adalah sikap menunda-nunda yang sudah menjadi kebiasaan sehingga susah dihentikan dan sangat merugikan Anda sendiri.

Ia bagaikan pencuri, karena telah mencuri waktu Anda dan merampok kepuasan yang mestinya Anda bisa peroleh. Inilah jenis penundaan yang paling berbahaya.

Termasuk jenis yang manakah Anda ? Mudah-mudahan penundaan yang Anda lakukan hanyalah penundaan fungsional. Amit-amit jika Anda merupakan tipe seorang penunda disfungsional, apalagi yang kronis.(SA).

Oleh : Sucipto Ajisaka

 

Call Now Button
Open chat
Silahkan Hubungi kami via Whatsapp